Berkomentarlah…

Disemua literasi coding dianjurkan memberi komentar, bahkan levelnya “wajib” jika kerjaanmu di perusahaan yang programernya datang diundang pulang minta pesangon. Harusnya gitu, bagusnya seperti itu., fakta dilapangan tak semanis artikel bro.

Banyak lho programer yang ninggalin komentar di kodingannya termasuk saya. 😀 Yang penting kode jalan aja dulu. Entar di refactoring lagi biar ada kerjaan. Toh ngak mungkin juga software bagus tercipta 1 malam. Jujur ini ngak bagus jangan dicontoh.

Cuplikan kodingan saya di WordPress apa adanya.. saya yakin WP-dev lain kebingungan maksud dari kodenya apaan. Sedikit ditambahin komentar, semoga penulisan English saya benar kalau salah mohon koreksinya.

Lho kok ngak Bahasa Indonesia komentarnya? Biar keren aja pakai English yang pas-pasan. 😀 Bukan.. bukan itu alasannya, lebih ke “standarisasi” doang. Ikutan gaya programer hebat ngasih komentar. Dan.. semua framework ada standar codinganya lho, termasuk WP.

Apakah komentar saya diatas sesuai standar coding WP? Belum! Ah disesuaikan lagi suatu hari nanti. Masih banyak bug yang perlu dikandangin.

Jadi bro…

Komentari kode sebagus mungkin karena sebulan ninggalin kodingan dan kembali lagi, saya yakin bakal bingung. Padahal yang nulis kodenya diri sendiri. Saya ngalamin hal itu. Jadi waspada ya, komentar di kodingan sensitif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.